Doa Jawsyan Kabir Dan Terjemahan May 2026

Mengenal Doa Jawsyan Kabir: Perisai 1001 Nama Allah Doa Jawsyan Kabir adalah salah satu doa paling agung dalam tradisi Islam yang berisi 1001 nama dan sifat Allah SWT. Nama "Jawsyan" sendiri secara harfiah berarti "baju besi" atau "perisai", yang melambangkan fungsi doa ini sebagai pelindung spiritual bagi pembacanya. Sejarah Singkat

Menurut riwayat dari Imam Ali Zainal Abidin as, doa ini diturunkan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW saat beliau sedang berada dalam sebuah peperangan. Jibril menyampaikan bahwa doa ini adalah hadiah dari Allah sebagai pengganti baju besi fisik yang berat, berfungsi untuk menjaga Nabi dan umatnya dari bahaya. Struktur dan Kandungan

Doa ini disusun dengan sangat rapi dan puitis, terdiri dari 100 bait (pasal). Setiap bait mengandung 10 nama Allah, kecuali satu bait yang mengandung 11 nama, sehingga totalnya menjadi 1001 nama.

Di setiap akhir bait, terdapat kalimat zikir atau refrein yang dibaca bersama-sama:

سُبْحَانَكَ يَا لاَ اِلَهَ إلاَّ اَنْتَ اَلْغَوْثَ اَلْغَوْثَ خَلِّصْنَا مِنَ النَّارِ يَا رَبِّ

Subhânaka yâ lâ ilâha illâ Anta, al-ghawts al-ghawts, khallishnâ minan nâri yâ Rabb.

"Maha Suci Engkau, tiada Tuhan selain Engkau, tolonglah! tolonglah! Selamatkanlah kami dari api neraka, wahai Tuhanku." Contoh Bait Pertama dan Terjemahannya doa jawsyan kabir dan terjemahan

Berikut adalah teks Arab dan arti dari bait pembuka Doa Jawsyan Kabir:

Teks Arab:اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ يَا اَللهُ، يَا رَحْمَنُ، يَا رَحِيْمُ، يَا كَرِيْمُ، يَا مُقيمُ، يَا عَظِيْمُ، يَا قَدِيْمُ، يَا عَلِيْمُ، يَا حَلِيْمُ، يَا حَكِيْمُ

Terjemahan:"Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan nama-Mu: Ya Allah, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Yang Maha Penyayang, wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Kokoh, wahai Yang Maha Agung, wahai Yang Maha Terdahulu, wahai Yang Maha Mengetahui, wahai Yang Maha Penyantun, wahai Yang Maha Bijaksana." Keutamaan Membaca Jawsyan Kabir

Banyak ulama dan kitab seperti Al-Baladul Amîn menyebutkan fadhilah luar biasa dari doa ini, di antaranya:

Perlindungan Dunia Akhirat: Menjadi "benteng" dari musibah dan keburukan selama hidup.

Amalan Lailatul Qadar: Sangat dianjurkan dibaca pada malam-malam bulan Ramadhan, terutama saat Lailatul Qadar. Mengenal Doa Jawsyan Kabir: Perisai 1001 Nama Allah

Penghapus Siksa: Barangsiapa membacanya dengan ikhlas, Allah akan menjauhkan jasadnya dari api neraka.

Tradisi Santri: Di Indonesia, doa ini sering dibaca sebagai wirid rutin di berbagai pondok pesantren, seperti Pondok Pesantren Lirboyo. Fadhilah dan Keutamaan Doa Jawsyan Kabir | PDF - Scribd

The prayer known as Doa Jawsyan Kabir (The Great Armor) is a profound litany in Islamic spiritual tradition, primarily revered within Shia circles but respected by many across the Muslim world for its universal themes of divine grace. Composed of 100 sections, each containing 10 names or attributes of God, the prayer serves as a comprehensive theological map. The title itself—Jawsyan Kabir—translates to "The Great Armor," reflecting the belief that reciting these names provides a spiritual shield for the believer against worldly and otherworldly hardships.

The structure of the prayer is its most striking feature. With 1,000 unique names and attributes of the Creator, it avoids the repetitive nature of simpler litanies. Instead, it explores the multifaceted relationship between the Divine and the creation. Each section concludes with the refrain: "Subhanaka ya la ilaha illa Anta, al-ghawth, al-ghawth, khallisna min an-nar ya Rabb" (Glory be to Thee, there is no god but Thee, Relief! Relief! Save us from the Fire, O Lord). This rhythmic structure creates a meditative atmosphere, allowing the reciter to move through different emotional landscapes—from awe at God’s majesty to comfort in His mercy.

Translation (terjemahan) plays a vital role in making this prayer accessible to a global audience, including the vast Indonesian-speaking population. While the original Arabic possesses a specific phonetic beauty and rhythmic power, the translation allows practitioners to engage with the intellectual and spiritual depth of the text. For many, reading the "terjemahan" is not merely a linguistic exercise but a bridge to "ma’rifah" (deep knowledge of God). It transforms the prayer from a ritualistic recitation into a conscious dialogue. Indonesian translations often emphasize the "keindahan" (beauty) and "keagungan" (majesty) of Allah, using poetic language that resonates with the local cultural sensibilities of devotion.

The significance of Jawsyan Kabir is most visible during the holy month of Ramadan, specifically during the nights of Laylat al-Qadr. It is believed that the Archangel Gabriel brought this prayer to the Prophet Muhammad during a battle, offering it as a protection superior to physical armor. In a modern context, this "protection" is interpreted psychologically and spiritually. By focusing on the 1,000 names, the believer is encouraged to reflect on their own character and strive to embody divine virtues like patience, justice, and compassion. Terjemahan Bahasa Indonesia — Contoh Awal Dengan nama

In conclusion, Doa Jawsyan Kabir is more than a sequence of words; it is a spiritual fortress. Through its extensive list of names and its accessible translations, it provides a structured way for the faithful to contemplate the infinite nature of the Divine. Whether recited for protection, for forgiveness, or simply as an act of meditation, it remains a cornerstone of Islamic devotional literature, bridging the gap between the human heart and the majesty of the Creator.

Information on the historical origins and the story of the Archangel Gabriel?

A list of recommended Indonesian translations or apps to study the text?

Berikut adalah konten lengkap mengenai Doa Jawshan al-Kabir, mencakup pengertian, keutamaan, teks Arab, transliterasi, dan terjemahan bahasa Indonesia.


Terjemahan Bahasa Indonesia — Contoh Awal

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maha Suci Engkau ya Allah, ya Allah curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga beliau. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karena aku bersaksi bahwa Engkaulah Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Esa, Yang Maha Perkasa. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karena bagi-Mu segala puji ketika Engkau ada karenanya, dan aku memohon kepada-Mu karena bagi-Mu segala puji yang dicintai oleh hatimu, …

Chapter 1 (Bab 1)

Arabic: يَا اَللهُ يَا رَحْمٰنُ يَا رَحِيْمُ يَا كَرِيْمُ يَا مُقِيْمُ يَا عَظِيْمُ يَا قَدِيْمُ يَا عَلِيْمُ يَا حَلِيْمُ يَا حَكِيْمُ Translation Indonesian: Wahai Allah, Wahai Maha Pengasih, Wahai Maha Penyayang, Wahai Maha Mulia, Wahai Maha Berdiri Sendiri, Wahai Maha Agung, Wahai Maha Awal (Qadim), Wahai Maha Mengetahui, Wahai Maha Santun, Wahai Maha Bijaksana.

Asal dan Latar Belakang Singkat

Doa Jawshan Kabir dikaitkan dengan Imam Ali bin Abi Thalib dalam beberapa riwayat; dikatakan beliau membacakannya saat ditawan oleh musuh pada saat-saat sulit. Nama “Jawshan” berarti “zirah” atau “pelindung”, menggambarkan fungsi doa sebagai perlindungan batiniah ketika menghadapi bahaya lahiriah.

Doa Jawshan Kabir dan Terjemahannya: Keutamaan, Teks Arab, Latin, dan Makna Lengkap

Doa Jawshan Kabir adalah salah satu wirid panjang yang sangat dihormati dalam tradisi Islam, khususnya dalam kalangan Syi’ah dan sebagian umat Islam lainnya. Doa ini dikenal karena panjangnya—terdiri dari seratus bagian yang masing‑masing memuat sepuluh nama atau sifat Allah—dan juga karena kandungan zikir, pujian, serta permohonan keselamatan dan pengampunan. Berikut penjelasan lengkap, teks, serta terjemahan yang bisa digunakan untuk bacaan, renungan, atau publikasi blog.